Hadits: Kewajiban Beriman dan Keutamaan Istiqamah

Hadits: Kewajiban Beriman dan Keutamaan Istiqamah

عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ. قَالَ: «قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ، ثُمَّ اسْتَقِمْ»

Dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku berkata, wahai Rasulullah, berikan aku nasihat tentang Islam yang tidak perlu aku tanyakan lagi kepada siapa pun setelahmu.” Beliau ﷺ menjawab: “Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah’, lalu istiqamahlah.” (HR. Imam Muslim, no. 38)

Penjelasan Hadis

Dalam hadis ini, Nabi ﷺ memberikan wasiat yang sangat singkat namun penuh makna. Beliau ﷺ memerintahkan dua hal utama:

  1. Beriman kepada Allah Ta’ala:
    • Mengimani Allah dan semua yang wajib diyakini, termasuk rukun iman.
    • Beramal dengan keyakinan tersebut melalui amal hati, lisan, dan perbuatan.
  2. Istiqamah:
    • Menjalankan keimanan tersebut secara konsisten sampai akhir hayat.
    • Tetap teguh dalam beribadah, menjauhi maksiat, dan menjaga keikhlasan.

Kedua hal ini menjadi kunci keberuntungan dan keselamatan di dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah Ta’ala

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ۝ أُو۟لَٰئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ


“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak akan bersedih. Mereka itulah penghuni surga, kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Al-Ahqaf: 13-14)

Pelajaran dari Hadis Ini

  1. Hadis yang Singkat dan Penuh Makna:
    Wasiat Nabi ﷺ mencakup seluruh aspek agama, mulai dari akidah hingga syariat.
  2. Pemahaman Hakikat Iman:
    Iman mencakup:
    • Keyakinan dalam hati.
    • Ucapan dengan lisan.
    • Perbuatan dengan anggota tubuh.
      Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.
  3. Keutamaan Istiqamah:
    Istiqamah adalah sikap teguh menjalankan ajaran Islam tanpa menyimpang. Balasannya adalah surga, kedamaian, dan kebahagiaan abadi.
  4. Konsistensi adalah Kunci:
    Beriman saja tidak cukup, tetapi harus diiringi dengan keteguhan hati dan konsistensi hingga akhir hayat.

Semoga kita dapat mengamalkan hadis ini dengan memperkuat keimanan kepada Allah Ta’ala dan tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran-Nya, sehingga meraih keberuntungan dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights