Ibunda Hafshah radhiyallahu ‘anha: Wanita Ahli Ibadah dan Penjaga Mushaf Al-Qur’an

Nama dan Kelahiran

Beliau adalah Ummul Mukminin Hafshah binti Umar radhiyallahu ‘anha, putri dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Nasab beliau bertemu dengan Rasulullah ﷺ pada Ka‘ab bin Lu’ay. Hafshah dilahirkan di Makkah, sekitar lima tahun sebelum kenabian.

Biografi dan Keutamaan

Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Hafshah adalah istri Khunais bin Hudzafah radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat yang termasuk generasi awal Islam.

Beliau berhijrah ke Madinah bersama suaminya. Khunais ikut dalam Perang Badar, kemudian wafat setelahnya. Hafshah pun menjadi janda di usia muda.

Rasulullah ﷺ menikahi Hafshah pada tahun ketiga Hijriah. Pernikahan ini bukan sekadar ikatan rumah tangga, tetapi juga kemuliaan dan penghiburan bagi putri Umar radhiyallahu ‘anhu.

Hafshah dikenal sebagai wanita yang kuat ibadahnya. Beliau rajin berpuasa, gemar shalat malam, serta memiliki ketakwaan yang mendalam.

Beliau juga dikenal cerdas, bijaksana, dan fasih dalam berbicara.

Di antara keistimewaannya, Hafshah termasuk sedikit perempuan pada masa itu yang mampu membaca dan menulis. Ia belajar menulis dari Asy-Syifa binti Abdullah radhiyallahu ‘anha

عَنْ الشِّفَاءِ بِنْتِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ ﷺ وَأَنَا عِنْدَ حَفْصَةَ، فَقَالَ: أَلَا تُعَلِّمِينَ هَذِهِ رُقْيَةَ النَّمْلَةِ كَمَا عَلَّمْتِهَا الْكِتَابَةَ؟

“Asy-Syifa binti Abdullah berkata: Nabi ﷺ masuk menemuiku ketika aku berada di sisi  Hafshah. Beliau ﷺ bersabda: ‘Tidakkah engkau ajarkan kepadanya ruqyah an-namlah  sebagaimana engkau telah mengajarkannya menulis?’”  (HR. Imam Abu Dawud).

Penjaga Mushaf Al-Qur’an

Salah satu keutamaan terbesar Hafshah radhiyallahu ‘anha adalah perannya dalam menjaga mushaf Al-Qur’an.

Mushaf pertama yang dikumpulkan atas perintah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu disimpan olehnya.

Setelah Abu Bakar wafat, mushaf tersebut berada di tangan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Ketika Umar wafat, mushaf itu diwariskan kepada Hafshah  (HR. Imam al-Bukhari (no. 4986).

Kelak, mushaf tersebut menjadi rujukan utama pada masa Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu dalam penyalinan dan penyebaran Al-Qur’an ke berbagai negeri kaum muslimin.

Dengan izin Allah Ta’ala, Hafshah menjadi penjaga amanah terbesar umat ini: Kalamullah.

Wafatnya

Hafshah radhiyallahu ‘anha wafat di Madinah pada bulan Sya‘ban tahun 41 Hijriah.

Shalat jenazahnya diimami oleh Marwan bin Hakam. Beliau dimakamkan di Jannatul Baqi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights