Nama dan Kelahirannya

Beliau adalah Utsman bin Affan bin Abi Al-Ash, seorang sahabat mulia yang nasabnya bertemu dengan Nabi ﷺ di kakek ketiga, Abdu Manaf.
Beliau lahir di Thaif, enam tahun setelah peristiwa Tahun Gajah.


Kepribadian dan Keutamaannya

1. Fisik dan Akhlak Mulia

Utsman radhiyallahu ‘anhu adalah pria tampan, berkulit lembut, dan sangat pemalu.

أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ
“Tidakkah aku harus malu kepada orang yang para malaikat saja merasa malu kepadanya.”
(HR. Imam Ahmad)
 

Rasa malu Utsman bukan sekadar rasa malu biasa, tetapi rasa malu karena menjaga diri dari dosa dan selalu berusaha berbuat baik dengan tulus.

2. Dzun Nurain (Pemilik Dua Cahaya)

Julukan ini diberikan karena Utsman menikahi dua putri Nabi ﷺ, yakni Ruqayyah dan Ummu Kultsum, satu setelah yang lain.

3. Keimanan dan Cinta pada Al-Qur’an

Utsman bin Affan dikenal sebagai ahli ibadah dan pencinta Al-Qur’an.

لو طهرت قلوبنا ما شبعت من كلام الله
“Jika hati kita bersih, niscaya tidak akan pernah merasa kenyang dari firman Allah.”
(Al-Bidayah wa An-Nihayah, 7/214)
 

4. Kedermawanannya

a. Membeli Sumur Raumah

Saat kaum Muslim kekurangan air, Nabi ﷺ bersabda:

مَن حَفَرَ رُومَةَ فَلَهُ الْجَنَّةُ
“Barang siapa yang membeli sumur Raumah, maka baginya surga.”
(HR. Imam Tirmidzi)
 

Utsman pun membelinya seharga 20.000 dirham dan mewakafkannya untuk umat Islam.

b. Memperluas Masjid Nabawi

Utsman membeli tanah di sekitar masjid dengan uang pribadinya untuk memperluas area masjid bagi jamaah.

c. Menyumbang untuk Perang Tabuk

Utsman menyumbangkan 1.000 unta, 100 kuda, dan 10.000 dinar untuk pasukan muslimin.

مَا ضَرَّ عُثْمَانَ مَا عَمِلَ بَعْدَ الْيَوْمِ
“Apa pun yang dilakukan Utsman setelah hari ini, itu tidak akan membahayakan dirinya.”
(HR. Imam Tirmidzi)
 


Khalifah Ketiga

1. Mengumpulkan Al-Qur’an

Utsman memerintahkan untuk menyalin mushaf dan membakari mushaf yang berbeda untuk mencegah perpecahan bacaan.

2. Ekspansi Wilayah Islam

Wilayah Islam meluas ke Mesir, Afrika Utara, Siprus, Persia, hingga Asia Tengah, baik melalui dakwah, perjanjian damai, maupun penaklukan.

3. Pembangunan Dua Masjid Suci

Beliau memperluas Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, menjadikan keduanya lebih kokoh dan indah.


Wafatnya

Pada 18 Dzulhijjah 35 H, Utsman dikepung dan dibunuh oleh pemberontak yang terhasut fitnah dari Abdullah bin Saba’.

Sebelum wafat, beliau bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar. Mereka berkata:
“Sabar ya, besok kamu akan berkumpul dengan kami.”

Utsman wafat saat sedang membaca Al-Qur’an, di usia 82 tahun, dan dimakamkan di Baqi’, Madinah.


Pelajaran dari Kisah Utsman bin Affan

  1. Kedermawanan Tanpa Batas
    Rela mengorbankan harta demi umat dan agama.
  2. Kepribadian Mulia
    Pemalu, jujur, dan sangat mencintai Al-Qur’an.
  3. Pengabdian Besar pada Islam
    Menyatukan bacaan Al-Qur’an dan memperluas wilayah Islam.
  4. Kesabaran dalam Ujian
    Menghadapi pengkhianatan dengan hati yang sabar dan tawakkal.

Semoga Allah Ta’ala meridhai Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu dan menjadikan kita mengikuti jejak kebaikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights