20 Warga Gugur, Puluhan Rumah Runtuh, dan Ribuan Tenda Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Gaza

Gaza – Peristiwa kemanusiaan ini terjadi pada Sabtu, 28/12/2025, ketika cuaca ekstrem dan musim dingin yang sangat keras melanda Jalur Gaza. Sedikitnya 20 warga Palestina meninggal dunia akibat runtuhnya rumah-rumah yang sebelumnya telah rusak akibat serangan militer. Dalam kondisi yang sama, dua anak kecil dilaporkan meninggal dunia karena kedinginan di dalam tenda-tenda pengungsian.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyampaikan bahwa sejak memasuki musim dingin, 49 rumah dan bangunan runtuh, terutama bangunan yang telah mengalami kerusakan berat akibat serangan sebelumnya. Hujan deras dan angin kencang mempercepat runtuhnya bangunan tersebut, sementara warga tidak memiliki tempat aman untuk berlindung.

Selain itu, lebih dari 127.000 tenda pengungsi rusak dan tidak lagi layak digunakan, sehingga gagal memberikan perlindungan dasar bagi lebih dari 1,5 juta warga yang mengungsi. Kondisi ini memperparah penderitaan mereka yang sudah lama hidup dalam keterbatasan.

Pihak berwenang juga melaporkan bahwa tiga warga masih dinyatakan hilang, diduga tertimbun reruntuhan bangunan yang roboh akibat cuaca ekstrem dan sebelumnya telah mengalami kerusakan karena serangan. Situasi ini mencerminkan besarnya krisis kemanusiaan yang tengah dihadapi warga Gaza.

Di sisi lain, sejak dimulainya kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober lalu, tercatat 969 pelanggaran, termasuk penembakan langsung terhadap warga sipil, pengeboman rumah-rumah penduduk, serta penghancuran fasilitas sipil. Akibat pelanggaran tersebut, 418 warga gugur, 1.141 orang luka-luka, dan puluhan lainnya ditahan secara tidak sah.

Kantor Media Pemerintah Gaza memperingatkan bahwa wilayah tersebut menghadapi ancaman kematian perlahan, akibat terbatasnya bantuan kemanusiaan. Selama 80 hari, hanya sekitar 42 persen bantuan yang seharusnya masuk benar-benar terealisasi, menyebabkan kelangkaan serius pangan, obat-obatan, air bersih, dan bahan bakar.

Krisis juga melumpuhkan layanan penting seperti rumah sakit, pabrik roti, dan fasilitas air bersih, karena pasokan bahan bakar yang masuk tidak mencapai 10 persen dari kebutuhan minimum.

Dalam sektor tempat tinggal, kondisi semakin mengkhawatirkan. Penutupan jalur bantuan dan pembatasan masuknya tenda serta hunian darurat membuat penderitaan warga kian berat, terutama di tengah cuaca ekstrem yang terus melanda.

Di akhir pernyataannya, pihak berwenang menegaskan bahwa berlanjutnya pelanggaran ini merupakan ancaman serius terhadap upaya gencatan senjata dan memperdalam krisis kemanusiaan. Mereka menegaskan bahwa penderitaan rakyat Gaza adalah ujian bagi nurani kemanusiaan dunia, serta menyerukan perhatian dan langkah nyata untuk melindungi warga sipil dan memulihkan martabat hidup mereka.

Sumber: Quds News Network


💬 Tulis doa terbaikmu di kolom komentar dan bagikan sebagai amal jariyah

Website: www.mutiaratauhid.web.id

Facebook: Mencintai Ahlul Bait | Dakwah Kebenaran

Instagram: @jejaktauhid11

TikTok: @dakwahsunnah011

YouTube: Kembali ke Tauhid

Likee: Hakikat Tauhid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights