Ramallah – Kementerian Pertanian Palestina melaporkan bahwa dalam waktu satu pekan, tindakan pasukan Israel dan pemukim telah menyebabkan kerusakan besar di sektor pertanian Tepi Barat. Sedikitnya 8.288 pohon dicabut dan dihancurkan di berbagai wilayah, sebagian besar merupakan pohon zaitun, yang menjadi sumber utama penghidupan dan ketahanan pangan warga Palestina.Dalam laporan mingguan untuk periode tanggal 17–24 /12/2025 , kementerian menyebutkan bahwa terjadi peningkatan tajam dan mengkhawatirkan dalam serangan terhadap lahan pertanian. Serangan ini dinilai sebagai bagian dari kebijakan yang terencana untuk menguasai tanah dan mengusir penduduk asli dari wilayah mereka.Menurut laporan tersebut, sekitar 5.000 pohon zaitun dicabut di kota Silat al-Harithiya, sebelah barat Jenin. Selain itu, 3.000 pohon zaitun dihancurkan di Turmus Ayya, sebelah timur Ramallah. Serangan serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk di Qalqilya, Yerusalem Timur, Salfit, dan Betlehem, dengan puluhan hingga ratusan pohon zaitun tua ikut dirusak.Tak hanya pohon, serangan juga menyasar infrastruktur pertanian. Kementerian mencatat penghancuran 13 sumur air pertanian, perusakan ruang penyimpanan hasil tani dan jaringan irigasi, pencurian pipa serta pompa air, hingga pencurian 82 sarang lebah dan peracunan ternak di sejumlah wilayah Tepi Barat.Kementerian Pertanian Palestina memperkirakan total kerugian material akibat serangan ini mencapai sekitar 7 juta dolar AS. Mereka memperingatkan bahwa kerusakan tersebut berdampak serius terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan pertanian, dan kehidupan ekonomi warga Palestina di wilayah yang diduduki.
Sumber; Quds News Network
🌐 Website: mutiaratauhid.web.id
📱 Facebook: Mencintai Ahlul Bait | Dakwah Kebenaran · TikTok: @dakwahsunnah011 · YouTube: Kembali ke Tauhid · Likee: Hakikat Tauhid · Instagram: @jejaktauhid11
💬 Tuliskan doa terbaikmu dan bagikan sebagai amal jariyah

