Da‘wah Sirriyyah: Tahap Awal Dakwah Islam

Setelah peristiwa besar di Gua Hira, di mana Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu pertama melalui Malaikat Jibril, wahyu sempat terhenti sementara sebagai bentuk persiapan dan peneguhan hati dari Allah Ta’ala.

Kemudian wahyu kembali turun melalui firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ۝ قُمْ فَأَنْذِرْ ۝ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ۝ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ۝ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

“Wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan! Agungkanlah Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah perbuatan dosa…”

(QS. Al-Muddatstsir: 1–5) Ayat ini merupakan perintah pertama kepada Nabi ﷺ untuk mulai berdakwah dan memperingatkan kaumnya dari kemusyrikan, serta menyeru mereka kepada tauhid dan ibadah kepada Allah semata.

Memulai Da’wah Secara Rahasia

Nabi ﷺ pun memulai dakwah secara sembunyi-sembunyi (da’wah sirriyyah) demi menjaga keselamatan para pengikut awalnya dari gangguan Quraisy.Allah membuka hati banyak orang untuk menerima seruannya. Orang-orang pertama yang menerima Islam adalah:Dari Keluarga Nabi ﷺ Sendiri:

  1. Khadijah binti Khuwailid (istrinya) — wanita pertama yang masuk Islam.
  2. Ali bin Abi Thalib — sepupunya yang masih muda (sekitar 10 tahun), tinggal di rumah Nabi ﷺ.
  3. Zaid bin Haritsah — anak angkat Nabi ﷺ, bekas budak yang dibebaskan, sangat setia kepada beliau.
  4. Dari Luar Rumahnya: Abu Bakar Ash-Shiddiq — sahabat karib beliau, orang dewasa pertama yang masuk Islam. Ia sangat dihormati di kalangan Quraisy. Melalui dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq, masuk Islam pula para sahabat besar:
  5. Utsman bin AffanAbdurrahman bin AufSa’ad bin Abi Waqqas
  6. Zubair bin Al-Awwam Thalhah bin UbaidillahAbu Ubaidah bin Al-Jarrah (radhiyallahu ‘anhum)
  7. Selain mereka, di fase awal ini masuk Islam juga: Ammar bin Yasir, Bilal bin Rabah, Ja’far bin Abi Thalib, Al Arqam bin Abi Al-Arqam. Rumah Al-Arqam. Markas Da’wah RahasiaKaum Muslimin awal menjadikan rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam, yang berada di bukit Shafa, sebagai tempat berkumpul, belajar, dan menerima wahyu. Rumah ini menjadi markas utama dakwah Islam secara sembunyi-sembunyi. Jumlah kaum Muslimin pun semakin hari semakin bertambah, meskipun mereka masih menyembunyikan keislamannya dari orang-orang musyrik Quraisy karena tekanan dan ancaman yang sangat keras.

Berakhirnya Fase Da’wah Sirriyyah

Setelah berlangsung selama sekitar tiga tahun, Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk menyampaikan dakwah secara terbuka:فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

“Maka sampaikanlah secara terang-terangan apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (QS. Al-Hijr: 94)

Maka dimulailah fase dakwah jahriyyah (terang-terangan), yang diiringi dengan ujian, permusuhan, dan tekanan berat dari kaum Quraisy terhadap Nabi ﷺ dan para sahabat.

Pelajaran dari Fase Da’wah Sirriyyah

Bijaknya strategi dakwah: memulai dari yang paling aman dan efektif. Peran keluarga dan sahabat terdekat sangat penting dalam mendukung dakwah. Keteguhan hati generasi awal Islam dalam menghadapi tekanan dan ujian menjadi teladan sepanjang masa.

🌐 Website: mutiaratauhid.web.id
📱 Facebook: Mencintai Ahlul Bait | Dakwah Kebenaran · TikTok: @dakwahsunnah011 · YouTube: Kembali ke Tauhid · Likee: Hakikat Tauhid · Instagram: @jejaktauhid11
💬 Tulis doa dan pelajaran yang kamu ambil, lalu bagikan sebagai amal jariyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights