Islam adalah agama yang menegakkan keadilan, kasih sayang, dan penjagaan terhadap kehormatan sesama kaum muslimin. Setiap bentuk ucapan, sikap, atau perbuatan yang menyakiti, merugikan, atau membahayakan seorang muslim bukanlah perkara ringan, karena ia berseberangan dengan tujuan syariat yang menjunjung keselamatan dan persaudaraan. Oleh karena itu, Islam memberikan peringatan keras agar seorang muslim tidak menjadi sebab penderitaan bagi saudaranya, sebab dampaknya bukan hanya di dunia, tetapi juga berbalik menjadi ancaman di akhirat.
Dari Abu Shirmah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
“مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ شَاقَّ مُسْلِمًا شَقَّ اللَّهُ عَلَيْهِ.” (رواه الامام الترمذي وابن ماجه)
“Barang siapa yang membahayakan seorang Muslim, maka Allah akan membahayakannya, dan barang siapa yang mempersulit seorang Muslim, maka Allah akan mempersulitnya.” (HR. Imam at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Hadis Ini Menunjukkan Dua Makna Penting;
1. Larangan Menyakiti Seorang Muslim
Hadis ini menegaskan larangan keras untuk menyakiti seorang Muslim atau menimpakan kerugian dan kesulitan kepadanya, baik yang berkaitan dengan fisik, keluarga, harta, maupun kehormatannya. Siapa pun yang melakukan perbuatan tersebut, maka Allah Ta‘ala sendiri yang akan membalas dan menghukumnya sesuai dengan kezaliman yang ia lakukan.
Contoh perbuatan yang merugikan kaum Muslimin antara lain:
- Tipu daya, pengkhianatan, dan penipuan dalam transaksi.
- Menyembunyikan cacat barang dagangan demi keuntungan pribadi.
- Merugikan rekan kerja, tetangga, atau pasangan hidup.
- Kezaliman dalam rumah tangga, seperti seorang suami yang menahan istrinya secara zalim agar meminta cerai dengan tebusan, menjadikannya tergantung tanpa kepastian, merujuk istri dengan niat menyakitinya, atau berlaku tidak adil dalam pernikahan poligami, dan bentuk kezaliman lainnya.
2. Balasan Sesuai dengan Amal Perbuatan
Hadis ini juga mengajarkan bahwa balasan dari Allah Ta‘ala sejalan dengan amal perbuatan hamba-Nya, baik dalam kebaikan maupun keburukan.
- Barang siapa melakukan perbuatan yang dicintai Allah, maka Allah akan mencintainya.
- Barang siapa melakukan perbuatan yang dibenci Allah, maka Allah pun akan membencinya.
- Barang siapa memudahkan urusan seorang Muslim, Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat.
- Barang siapa merugikan seorang Muslim, Allah akan merugikannya.
- Barang siapa mempersulit seorang Muslim, Allah akan mempersulitnya.
Pelajaran yang Dapat Diambil dari Hadis:
- Hadis ini menegaskan kesempurnaan keadilan dan rahmat Allah, yang melarang segala bentuk perbuatan yang menyakiti sesama Muslim karena Islam dibangun di atas kasih sayang dan persaudaraan.
- Hadis ini mengajarkan agar kita mensyukuri hikmah Allah, karena Dia membalas setiap perbuatan dengan balasan yang sepadan, baik dalam kebaikan maupun keburukan.
- Hadis ini menjadi peringatan bahwa sebagian dosa dapat dibalas dengan cepat di dunia, sebagai pelajaran agar seorang hamba segera bertobat sebelum datang balasan yang lebih berat di akhirat.
- Hadis ini menunjukkan tingginya kemuliaan seorang Muslim di sisi Allah, sehingga Allah tidak meridai kehormatan, hak, dan keselamatannya dilanggar oleh siapa pun.

