Gaza – Quds Network: Seorang bayi perempuan Palestina meninggal dunia, Sabtu (hari ini), akibat cuaca dingin ekstrem di Kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza. Sementara itu, pasukan Israel kembali melancarkan serangan udara dan tembakan di sejumlah wilayah Gaza, yang dinilai sebagai pelanggaran baru terhadap kesepakatan yang mulai berlaku pada 10 Oktober lalu.
Sumber medis mengonfirmasi wafatnya bayi bernama Aisha Ayesh Al-Agha (usia 27 hari) akibat suhu dingin yang sangat rendah di Khan Younis.
Dalam insiden terpisah, seorang anak perempuan berusia 15 tahun dilaporkan terluka akibat tembakan pasukan Israel di wilayah Jabalia al-Balad, Gaza utara.
Di Khan Younis, seorang pria berusia 30 tahun mengalami luka akibat serpihan bom yang dijatuhkan oleh pesawat nirawak (drone) Israel di sekitar Bundaran Bani Suhaila, sebelah timur kota.
Serangan juga dilaporkan terjadi di kawasan Al-Tuffah, timur Kota Gaza, yang menjadi sasaran serangan udara. Selain itu, helikopter militer Israel melepaskan tembakan ke wilayah timur Kamp Jabalia, Gaza utara.
Pesawat tempur Israel turut menggempur wilayah timur Kota Deir al-Balah di Gaza tengah. Sementara itu, helikopter dan kendaraan militer Israel melepaskan tembakan secara acak ke wilayah timur Khan Younis dan utara Kota Rafah.
Sebelumnya, pada Jumat, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, rumah sakit menerima 14 jenazah dan 18 korban luka.
Kementerian tersebut juga mencatat bahwa sejak diberlakukannya gencatan senjata terbaru pada 10 Oktober 2025, jumlah korban tewas telah mencapai 463 orang, dengan 1.269 korban luka, serta 712 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Dengan demikian, total korban sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023 meningkat menjadi 71.455 orang tewas dan 171.347 orang luka-luka.
Sumber; Quds News Network

