Nama dan Kelahiran
Nama lengkapnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza, dikenal dengan kunyah Abu Hafsh. Nasabnya bertemu dengan Nabi Muhammad ﷺ di kakek kesembilan, Ka’ab bin Lu’ayy.
Umar lahir di Mekah, tiga belas tahun setelah Tahun Gajah.
Keutamaan dan Peran dalam Islam
- Sifat dan Gelar:
- Umar radhiyallahu ‘anhu dikenal dengan tubuh yang kuat, keberanian, dan ketegasan.
- Beliau diberi gelar Al-Faruq, karena Allah Ta’ala memisahkan antara kebenaran dan kebatilan melalui dirinya.
Nabi ﷺ pernah berdoa:
اللهمَّ أَعِزَّ الإسلامَ بِأَحَبِّ العُمَرَيْنِ إِلَيْكَ
“Ya Allah, muliakanlah dan kuatkanlah Islam dengan orang yang paling Engkau cintai dari dua Umar.” (HR. Imam Tirmidzi, no. 3681)
Maksudnya adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berdoa agar salah satu dari dua umar yakni antara ‘Amr bin Hisyam ( Abu Jahal ) atau Umar bin Khattab agar masuk Islam, karena keduanya memiliki pengaruh besar dan dapat membantu memperkuat Islam.
- Keislaman yang Membawa Kemenangan:
- Umar memeluk Islam pada usia 26 tahun, dan keislamannya menjadi kebanggaan bagi kaum Muslimin.
- Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
كَانَ إِسْلامُ عُمَرَ فَتْحًا، وَهِجْرَتُهُ نَصْرًا، وَإِمَارَتُهُ رَحْمَةً،
“Keislaman Umar adalah kemenangan, hijrahnya adalah pertolongan, dan kepemimpinannya adalah rahmat.” (Al-Bidayah wa al-Nihayah, 3/79)
- Kepemimpinan yang Adil:
- Setelah wafatnya Abu Bakar, Umar menjadi khalifah kedua.
- Di bawah kepemimpinannya, Islam berkembang pesat, wilayah seperti Syam, Irak, Mesir, dan Libya dibuka.
- Beliau mendirikan sistem administrasi seperti Baitul Mal (Kas negara), divisi pemerintahan, dan sistem militer.
- Zuhud dan Kepedulian:
- Umar dikenal sangat sederhana, meskipun memiliki kekuasaan besar.
- Beliau sangat memperhatikan kaum lemah dan miskin, serta selalu memprioritaskan kebutuhan umat.
Wafatnya Umar bin Khattab
- Syahid dalam Shalat Subuh:
Pada 26 Dzulhijjah tahun 23H, Umar ditusuk oleh Abu Lu’lu’ah al-Majusi dengan belati beracun saat sedang memimpin shalat subuh. Beliau terluka parah dengan enam tusukan, dan akhirnya wafat tiga hari kemudian. - Permintaan Terakhir:
Umar berkata kepada putranya:
اذْهَبْ إِلَى عَائِشَةَ فَسَلْهَا أَنْ تَأْذَنَ لِي أَنْ أُدْفَنَ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ وَأَبِي بَكْرٍ
“Pergilah kepada Aisyah dan mintalah izin agar saya dikuburkan bersama Nabi ﷺ dan Abu Bakar.” (HR. Imam Al-Bukhari, no. 1392)
Aisyah radhiyallahu ‘anha mengizinkan permintaan tersebut. Umar dimakamkan di samping Nabi ﷺ dan Abu Bakar. Shalat jenazahnya dipimpin oleh Shuhaib radhiyallahu ‘anhu.
Pelajaran dari Kehidupan Umar bin Khattab
- Keberanian dalam Memperjuangkan Kebenaran:
Umar selalu berdiri tegak di sisi kebenaran, tanpa takut menghadapi ancaman dari siapapun. - Sikap Zuhud dan Adil:
Sebagai pemimpin, Umar menunjukkan bahwa kekuasaan harus diiringi dengan kesederhanaan, kasih sayang, dan keadilan. - Keislaman yang Membawa Perubahan:
Keislaman Umar menjadi titik balik besar bagi kaum Muslimin, memperkuat posisi mereka dalam masyarakat Quraisy. - Warisan Kepemimpinan:
Sistem pemerintahan yang Umar dirikan menjadi fondasi penting dalam sejarah Islam dan menunjukkan kebijaksanaannya sebagai pemimpin.
Semoga Allah Ta’ala meridhai Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dan menjadikan kita semua mampu meneladani keberanian, keadilan, dan kesederhanaan beliau.

