Terjemahan dari media berbahasa Ibrani – Sekitar 600 mantan pejabat senior Israel mengirimkan surat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam surat tersebut, mereka memperingatkan bahwa aksi kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel di Tepi Barat dapat menimbulkan dampak serius bagi Israel.
Para penandatangan merupakan anggota organisasi Commanders for Israel’s Security, yang terdiri dari mantan pejabat tinggi militer Israel, Mossad, Shin Bet, serta mantan pejabat Kementerian Luar Negeri Israel.
Dalam surat itu, mereka menyatakan bahwa gelombang kekerasan yang terus meningkat di Tepi Barat berpotensi menjadi lebih merusak bagi Israel dibandingkan serangan pada 7 Oktober 2023 beserta dampak yang ditimbulkannya.
Surat tersebut juga dikirimkan kepada Gedung Putih dan sejumlah pejabat Amerika Serikat, termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff. Para penandatangan meminta Trump untuk turun tangan secara langsung dan menggunakan pengaruhnya guna menekan pemerintahan Netanyahu agar menghentikan eskalasi tersebut.
Dalam surat itu mereka menulis:
“Hanya Anda yang dapat mencegah bencana ini. Kami berharap Anda menyampaikan pesan yang kuat dan jelas.”
Sebelumnya, pada Juni lalu, sekitar 600 tokoh terkemuka Israel, termasuk mantan Perdana Menteri Ehud Olmert, Ehud Barak, serta sejumlah mantan komandan militer, juga menandatangani surat terpisah yang memperingatkan Netanyahu mengenai kemungkinan menghadapi proses hukum di pengadilan internasional maupun dalam negeri apabila pemerintah terus mengabaikan apa yang mereka sebut sebagai “terorisme Yahudi” di Tepi Barat.
Menurut laporan ini, surat yang dikirim ratusan mantan pejabat keamanan kepada Presiden Trump mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan sebagian tokoh keamanan Israel terhadap dampak kekerasan para pemukim. Kekhawatiran tersebut tidak hanya berkaitan dengan dampaknya terhadap warga Palestina, tetapi juga terhadap citra, kepentingan politik, dan kepentingan keamanan Israel sendiri.
Laporan tersebut menyebut bahwa para penandatangan menilai semakin besarnya pengaruh kelompok pemukim yang berpandangan ekstrem, serta kedekatan mereka dengan kebijakan pemerintah Israel saat ini, berpotensi memicu eskalasi yang lebih luas di Tepi Barat. Kondisi itu juga dikhawatirkan membuka front konflik berkepanjangan yang dapat menguras sumber daya Israel serta meningkatkan tekanan dan isolasi internasional terhadap negara tersebut.
Laporan itu juga menilai bahwa keputusan para mantan pejabat keamanan untuk menyampaikan langsung surat kepada Presiden Trump, alih-alih hanya kepada pemerintah Netanyahu, menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cukup tajam di dalam Israel mengenai cara menangani persoalan pemukim.
Menurut para penandatangan, pemerintah saat ini dinilai tidak mampu atau tidak memiliki kemauan politik untuk membatasi aksi kelompok pemukim ekstrem. Mereka juga berpendapat bahwa ancaman yang dihadapi Israel tidak hanya berasal dari serangan pihak luar, tetapi juga dari melemahnya penegakan hukum dan daya cegah di dalam masyarakat Israel sendiri. Kondisi tersebut, menurut mereka, dapat memengaruhi masa depan proyek permukiman Israel serta hubungan negara itu dengan para sekutu internasionalnya.
Sumber; Quds News Network

