Buang air adalah kebutuhan fitrah manusia, namun Islam tetap memberikan tuntunan adab dalam melakukannya. Berikut adalah hal-hal yang perlu dihindari saat buang air.
Hal-hal yang Diharamkan:
1. Menghadap atau Membelakangi Kiblat di Tempat Terbuka
Rasulullah ﷺ bersabda:
إذا أتيتم الغائط فلا تستقبلوا القبلة، ولا تستدبروها
“Apabila kalian buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat, dan jangan membelakanginya.”
(HR. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim)
Catatan: Jika berada di dalam bangunan, tidak masalah jika ada penghalang. Namun, sebaiknya tetap menghindari menghadap kiblat.
2. Membaca Al-Qur’an atau Membawa Mushaf ke Tempat Buang Hajat
Al-Qur’an adalah kalam Allah yang mulia. Membawanya ke tempat kotor dianggap penghinaan, kecuali jika ada keperluan darurat.
3. Menyentuh atau Membersihkan Kemaluan dengan Tangan Kanan
Rasulullah ﷺ bersabda:
لا يُمسكن أحدكم ذكره بيمينه وهو يبول، ولا يتمسح من الخلاء بيمينه
“Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanan ketika buang air kecil, dan jangan membersihkan bekas kotoran (istinja) dengan tangan kanan.”
(HR. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim)
4. Buang Air di Air Tenang yang Tidak Mengalir
Dilarang buang air di sumber air tenang yang tidak mengalir, seperti kolam atau danau, karena dapat mencemari air yang mungkin digunakan orang lain.
لا يبولن أحدكم في الماء الدائم الذي لا يجري
“Janganlah salah seorang di antara kalian kencing di air yang tenang yang tidak mengalir.”
(HR. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim)
5. Buang Hajat di Tempat yang Mengganggu Orang Lain
Islam melarang buang hajat di tempat yang dapat mengganggu atau mencemari lingkungan, seperti di jalan umum, tempat berteduh, atau sumber air.
اتقوا اللّاعنين
قالوا: وما اللّاعنان يا رسول الله؟
قال: الذي يتخلى في طريق الناس، أو في ظلهم
“Hindarilah dua hal yang mendatangkan laknat.”
Mereka bertanya, “Apa itu dua hal yang mendatangkan laknat, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Yaitu buang hajat di jalan umum atau di tempat berteduh mereka.”
(HR. Imam Muslim)
Hal-hal yang Dimakruhkan:
1. Membuka Aurat Sebelum Dekat dengan Tanah
Dari sahabat Nabi, Al-Mughirah bin Syu‘bah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
كنتُ مع النبي ﷺ في سفر، فأراد أن يقضي حاجته، فأبعد، ثم جعل يوارِيه، فلم يرفع إزاره حتى دنا من الأرض
“Aku pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan. Beliau ingin buang hajat, lalu pergi menjauh dan mencari tempat tertutup. Beliau tidak mengangkat kainnya (membuka aurat) hingga benar-benar mendekati tanah.”
(HR. Imam Abu Daud)
2. Berbicara Saat Buang Hajat
Rasulullah ﷺ bersabda:
إذا تغوّط الرجلان فليتوَارَ كلُّ واحدٍ منهما عن صاحبه، ولا يتحدثا على طَوْفَيْهما، فإن الله يمقت على ذلك
“Jika dua orang buang hajat, maka masing-masing hendaknya menutupi dirinya dari yang lain, dan jangan saling mengobrol saat sedang buang hajat, karena Allah membenci hal itu.”
(HR. Imam Abu Dawud)
Catatan: Jika berbicara di kamar mandi tidak dilakukan saat sedang buang hajat, maka tidak ada larangan, dan hukum asalnya adalah boleh.
Rasulullah ﷺ juga melarang buang air di lubang karena dapat mengganggu makhluk yang mungkin hidup di sana.
أن النبي ﷺ نهى أن يُبالَ في الجحر
“Bahwa Nabi ﷺ melarang buang air kecil di lubang.”
(HR. Imam Abu Daud)
3. Membawa Sesuatu yang Bertuliskan Nama Allah ke Toilet
Hindari membawa benda bertuliskan nama Allah, ayat Al-Qur’an, atau lafaz suci ke dalam toilet. Jika terpaksa, simpan di tempat tertutup sebagai bentuk penghormatan.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
كان خاتم رسول الله ﷺ فيه نقشٌ: “محمد رسول الله”، وكان إذا دخل الخلاء نزعَه
“Cincin Rasulullah ﷺ bertuliskan: ‘Muhammad Rasulullah’, dan jika beliau masuk ke tempat buang hajat, beliau melepaskannya.”
(HR. Imam Abu Daud)
Catatan: Hadis ini tergolong lemah, namun para ulama tetap menganjurkan untuk menjaga adab ketika memasuki tempat buang hajat.
Pelajaran Penting:
- Islam Menjunjung Kebersihan dan Kesucian
Aturan-aturan ini mengajarkan umat Islam untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. - Adab dan Rasa Malu
Islam membimbing umatnya agar tetap menjaga adab, bahkan dalam urusan pribadi seperti buang hajat. - Larangan untuk Mencemari dan Mengganggu Orang Lain
Menjauhi perilaku yang mencemari lingkungan atau mengganggu orang lain adalah bagian dari akhlak mulia seorang Muslim.
Semoga kita selalu menjaga adab dalam setiap aspek kehidupan.

