Rukun Iman Pertama: Beriman kepada Allah

Apa Makna Beriman kepada Allah?

Beriman kepada Allah Ta’ala adalah pondasi utama dalam Islam. Inilah keimanan yang menjadi dasar diterimanya seluruh amal ibadah.

Seseorang tidak akan menjadi mukmin yang sejati sampai ia mengenal Rabbnya, meyakini keberadaan-Nya, mentauhidkan-Nya dalam ibadah, serta mengimani seluruh nama dan sifat-Nya sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa iman kepada Allah Ta’ala mencakup empat perkara utama, yaitu:

  1. Beriman bahwa Allah benar-benar ada.
  2. Beriman kepada Rububiyah Allah, yaitu meyakini bahwa Allah Ta’ala satu-satunya Pencipta, Pemilik, Pengatur, dan Penguasa seluruh alam semesta.
  3. Beriman kepada Uluhiyah Allah, yaitu mengesakan Allah dalam seluruh bentuk ibadah.
  4. Beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah, sebagaimana yang Allah tetapkan bagi diri-Nya dan yang dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ, tanpa mengubah maknanya, menolak, menyerupakan dengan makhluk, ataupun membayangkan hakikatnya.

Pada pembahasan ini kita akan mempelajari bagian yang pertama, yaitu iman kepada keberadaan Allah.

Bagian Pertama: Beriman kepada Keberadaan Allah

Keberadaan Allah bukan sekadar keyakinan tanpa dasar. Allah telah menunjukkan berbagai bukti yang sangat jelas sehingga setiap orang yang jujur akan dapat mengenal-Nya.

Para ulama menjelaskan bahwa keberadaan Allah dapat diketahui melalui empat dalil, yaitu fitrah, akal, syariat, dan indera.

1. Dalil Fitrah

Setiap manusia dilahirkan dengan fitrah untuk mengenal dan mengakui adanya Allah.

Seorang bayi tidak lahir dalam keadaan mengingkari Tuhan. Justru hati manusia secara alami cenderung mengakui adanya Sang Pencipta. Karena itu, ketika seseorang ditimpa musibah besar atau berada dalam keadaan yang sangat sulit, sering kali ia secara spontan berdoa memohon pertolongan kepada Allah, meskipun sebelumnya mengaku tidak beriman.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ﴾

“Tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”

(QS. Ar-Rum: 30)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

«مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ»

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang kemudian menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

(HR. Imam Al-Bukhari no. 1358 dan Imam Muslim no. 2658)

Hadis ini menunjukkan bahwa mengenal Allah merupakan fitrah yang telah Allah tanamkan dalam diri setiap manusia.

2. Dalil Akal

Akal yang sehat juga menunjukkan bahwa Allah pasti ada.

Coba renungkan.

Setiap bangunan pasti ada pembangunnya.

Setiap lukisan pasti ada pelukisnya.

Setiap kendaraan pasti ada pembuatnya.

Lalu, mungkinkah alam semesta yang begitu luas, teratur, dan menakjubkan ini ada tanpa Pencipta?

Tentu tidak.

Segala sesuatu yang ada pasti memiliki penyebab. Tidak mungkin alam semesta tercipta dengan sendirinya atau muncul secara kebetulan.

Lebih dari itu, kita melihat matahari terbit dan terbenam dengan teratur, pergantian siang dan malam berjalan sempurna, hujan turun sesuai ketentuan Allah, serta seluruh makhluk hidup memiliki sistem yang sangat rumit dan menakjubkan.

Semua keteraturan itu menunjukkan adanya Zat Yang Maha Mengatur.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ﴾

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu (pencipta), ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?”(QS. Ath-Thur: 35)

Ketika sahabat nabi Jubair bin Muth’im mendengar ayat ini, ia berkata:

“Hampir saja hatiku terbang, dan saat itulah iman mulai tertanam di dalam hatiku.”

(HR. Imam al-Bukhari no. 4573)

Ayat ini menjadi salah satu dalil yang sangat kuat tentang keberadaan Allah Ta’ala.

3. Dalil Syariat

Seluruh kitab suci yang Allah turunkan mengajarkan tentang keberadaan Allah.

Kitab-kitab tersebut tidak hanya memerintahkan manusia untuk beribadah kepada-Nya, tetapi juga membawa aturan hidup yang penuh keadilan, hikmah, dan kebaikan bagi manusia.

Berita-berita yang terdapat di dalam Al-Qur’an juga terbukti kebenarannya sepanjang zaman.

Semua itu menunjukkan bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari Allah Yang Maha Mengetahui, bukan hasil pemikiran manusia.

Karena itu, syariat yang Allah turunkan menjadi bukti yang sangat kuat bahwa Allah Ta’ala benar-benar ada.

4. Dalil Indera

Selain fitrah, akal, dan wahyu, manusia juga dapat menyaksikan tanda-tanda keberadaan Allah melalui apa yang mereka alami secara langsung.

a. Doa yang Dikabulkan

Betapa banyak orang yang berada dalam kesulitan, lalu bersungguh-sungguh memohon kepada Allah.

Dengan izin-Nya, kesulitan itu diangkat, penyakit disembuhkan, rezeki dibukakan, dan berbagai jalan keluar diberikan.

Pengabulan doa merupakan salah satu tanda nyata bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan permohonan hamba-hamba-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ ﴾

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doa kalian.” (QS. Ghafir: 60)

b. Mukjizat Para Nabi

Allah juga menunjukkan keberadaan dan kekuasaan-Nya melalui mukjizat yang diberikan kepada para nabi dan rasul.

Nabi Musa ‘alaihissalam membelah laut dengan izin Allah.

Nabi Isa ‘alaihissalam menyembuhkan orang buta dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah.

Adapun Nabi Muhammad ﷺ diberikan banyak mukjizat, di antaranya terbelahnya bulan, batu-batu kecil yang bertasbih di tangan beliau, serta memancarnya air dari sela-sela jari beliau hingga dapat diminum oleh banyak sahabat.

Mukjizat-mukjizat tersebut menjadi bukti bahwa para nabi benar-benar diutus oleh Allah Ta’ala.

Pelajaran Berharga

1. Keberadaan Allah adalah kebenaran yang sangat nyata

Allah memberikan begitu banyak tanda agar manusia mengenal-Nya. Fitrah, akal, wahyu, dan berbagai peristiwa yang kita saksikan semuanya mengarahkan hati kepada keberadaan Allah.

Karena itu, tidak ada alasan bagi manusia untuk mengingkari Rabb yang telah menciptakannya.

2. Semakin mengenal Allah, semakin kuat keimanan kita

Ketika seseorang merenungkan penciptaan langit, bumi, dirinya sendiri, serta mempelajari ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an, keimanannya akan semakin bertambah.

Ilmu yang benar akan melahirkan keyakinan yang kokoh.

3. Alam semesta adalah ayat-ayat Allah yang terbuka

Setiap matahari yang terbit, hujan yang turun, bayi yang lahir, dan tumbuhan yang tumbuh adalah tanda-tanda kebesaran Allah.

Orang yang beriman tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga melihat kekuasaan Sang Pencipta di balik semuanya.

4. Doa adalah bukti hubungan seorang hamba dengan Rabbnya

Ketika seseorang berdoa dengan penuh keikhlasan, ia sedang mengakui bahwa hanya Allah yang mampu memberi manfaat dan menolak mudarat.

Karena itu, jangan pernah berhenti berdoa dan berharap kepada Allah Ta’ala.

Renungan

Kita hidup di tengah alam yang penuh dengan tanda-tanda kebesaran Allah.

Langit yang luas, pergantian siang dan malam, hujan yang menghidupkan bumi, hingga detak jantung yang terus bekerja tanpa kita perintahkan, semuanya menjadi bukti bahwa ada Rabb Yang Maha Mengatur seluruh alam semesta.

Sayangnya, banyak manusia menikmati nikmat Allah setiap hari, tetapi jarang meluangkan waktu untuk mengenal Pemberi nikmat tersebut.

Marilah kita memperbanyak membaca Al-Qur’an, merenungkan ciptaan-ciptaan Allah, dan memohon kepada-Nya agar hati kita semakin mantap dalam keimanan.

Semoga Allah Ta’ala meneguhkan keyakinan kita, menambahkan ilmu yang bermanfaat, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mengenal-Nya dengan benar, mencintai-Nya, serta istiqamah beribadah kepada-Nya hingga akhir hayat.

اللهم زدنا إيمانًا ويقينًا، وارزقنا معرفةً بك، وحبًّا لك، وثباتًا على طاعتك حتى نلقاك. آمين.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights