Bagian Kedua: Beriman kepada Rububiyah Allah
Apa Itu Rububiyah Allah?
Setelah meyakini bahwa Allah benar-benar ada, seorang muslim wajib meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb seluruh alam semesta.
Rububiyah berasal dari kata Rabb, yaitu Tuhan yang menciptakan, memiliki, mengatur, memelihara, dan menguasai seluruh makhluk.
Tidak ada satu pun makhluk yang keluar dari kekuasaan-Nya.
Seluruh alam, mulai dari langit yang luas, bumi yang kita pijak, hingga makhluk yang paling kecil sekalipun, semuanya berada di bawah pengaturan Allah.
Para ulama menjelaskan bahwa Rububiyah Allah mencakup tiga perkara besar, yaitu:
- Allah adalah satu-satunya Pencipta.
- Allah adalah satu-satunya Pemilik seluruh alam.
- Allah adalah satu-satunya Pengatur segala urusan.
Tidak ada pencipta selain Allah.
Tidak ada pemilik hakiki selain Allah.
Dan tidak ada yang mampu mengatur alam semesta selain Allah.
1. Allah Satu-Satunya Pencipta
Segala sesuatu yang ada di alam semesta diciptakan oleh Allah.
Langit, bumi, gunung, lautan, manusia, hewan, tumbuhan, bahkan diri kita sendiri adalah ciptaan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ﴾
“Ingatlah, menciptakan dan mengatur urusan hanyalah hak Allah.” (QS. Al-A’raf: 54)
Tidak ada makhluk yang mampu menciptakan sesuatu dari ketiadaan sebagaimana Allah menciptakan seluruh alam semesta.
2. Allah Satu-Satunya Pemilik
Semua yang kita miliki pada hakikatnya hanyalah titipan dari Allah.
Rumah, kendaraan, harta, keluarga, jabatan, bahkan tubuh yang kita gunakan setiap hari bukanlah milik kita secara mutlak.
Semuanya adalah amanah yang suatu saat akan kita tinggalkan.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ﴾
“Dialah Allah, Rabb kalian. Milik-Nya seluruh kerajaan. Adapun apa yang kalian sembah selain Dia tidak memiliki sesuatu pun, meskipun hanya sebesar kulit ari biji kurma.”
(QS. Fatir: 13)
Karena itu, seorang mukmin tidak boleh sombong dengan apa yang dimilikinya, sebab semua itu hanyalah pinjaman dari Allah.
3. Allah Satu-Satunya Pengatur Alam Semesta
Allah tidak hanya menciptakan alam, tetapi juga mengatur seluruh perjalanannya dengan penuh hikmah.
Matahari terbit dan terbenam pada waktunya.
Bulan beredar pada garis edarnya.
Hujan turun sesuai ketentuan-Nya.
Angin bertiup dengan izin-Nya.
Rezeki dibagikan menurut hikmah-Nya.
Kelahiran, kehidupan, kematian, dan seluruh peristiwa yang terjadi berada dalam pengaturan Allah Yang Maha Bijaksana.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ﴾
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut membawa manfaat bagi manusia, air hujan yang Allah turunkan dari langit sehingga menghidupkan bumi setelah mati, penyebaran berbagai jenis makhluk, pergantian arah angin, dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, terdapat tanda-tanda bagi kaum yang menggunakan akal.” (QS. Al-Baqarah: 164)
Ayat ini mengajak manusia untuk merenungkan alam semesta sebagai bukti bahwa hanya Allah yang mengatur seluruh kehidupan.
Tanda-Tanda Rububiyah Allah di Sekitar Kita
Allah juga mengajak manusia memperhatikan berbagai tanda kekuasaan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ﴾
Dia menciptakan manusia dari tanah, lalu manusia berkembang biak memenuhi bumi. (QS. Ar-Rum: 20)
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ﴾
Dia menciptakan pasangan hidup agar manusia memperoleh ketenangan, serta menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. (QS. Ar-Rum: 21)
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ﴾
Dia menciptakan langit dan bumi dengan sempurna, serta menjadikan manusia berbeda bahasa, suku, dan warna kulit sebagai tanda kebesaran-Nya. (QS. Ar-Rum: 22)
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ﴾
Dia menjadikan tidur sebagai waktu untuk beristirahat, dan siang sebagai waktu mencari rezeki. (QS. Ar-Rum: 23)
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ﴾
Dia memperlihatkan kilat, menurunkan hujan, lalu menghidupkan bumi yang sebelumnya kering dan mati. (QS. Ar-Rum: 24)
Semua itu menunjukkan bahwa Allah terus mengatur alam semesta setiap saat dengan ilmu, kekuasaan, dan hikmah-Nya.
Bahkan Kaum Musyrik Mengakui Rububiyah Allah
Hal yang menarik adalah bahwa kaum musyrik pada zaman Nabi Muhammad ﷺ tidak mengingkari bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta.
Mereka mengakui bahwa Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi, memberi rezeki, menghidupkan, dan mematikan.
Namun, mereka tetap menyembah selain Allah sebagai perantara. Inilah yang menyebabkan mereka menjadi musyrik.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ﴾
“Jika engkau bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ niscaya mereka akan menjawab, ‘Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.'”
(QS. Az-Zukhruf: 9)
Ayat ini menunjukkan bahwa mengakui Allah sebagai Pencipta saja belum cukup, selama seseorang masih mempersembahkan ibadah kepada selain Allah.
Fir’aun Mengingkari Karena Kesombongan
Hampir tidak ada manusia yang benar-benar meyakini bahwa alam semesta ada tanpa Pencipta.
Orang-orang yang mengingkari Allah pada hakikatnya sering kali terdorong oleh kesombongan, bukan karena tidak adanya bukti.
Contohnya adalah Fir’aun.
Ia mengaku sebagai tuhan, padahal di dalam hatinya ia mengetahui bahwa Allah adalah Rabb yang sebenarnya.
Allah menceritakan perkataan Nabi Musa ‘alaihissalam kepada Fir’aun:
﴿قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ ۖ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَوْنُ مَثْبُورًا﴾
“Sungguh, engkau telah mengetahui bahwa tidak ada yang menurunkan semua bukti itu selain Rabb langit dan bumi sebagai bukti yang nyata. Dan sungguh aku yakin, wahai Fir’aun, engkau pasti akan binasa.” (QS. Al-Isra: 102)
Ini menunjukkan bahwa kesombongan dapat menghalangi seseorang menerima kebenaran, meskipun bukti telah jelas di hadapannya.
Pelajaran Berharga:
1. Allah adalah satu-satunya Rabb seluruh alam
Segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menciptakan, memiliki, dan mengatur alam sebagaimana Allah.
Karena itu, hanya Allah yang layak menjadi tempat bergantung dalam setiap urusan.
2. Seluruh alam adalah bukti kebesaran Allah Ta’ala
Semakin kita memperhatikan alam semesta, semakin kita menyadari betapa sempurnanya ciptaan dan pengaturan Allah.
Keindahan langit, keteraturan alam, dan kehidupan manusia semuanya mengajak kita untuk semakin mengenal Rabb kita.
3. Semua yang kita miliki hanyalah titipan
Harta, keluarga, jabatan, ilmu, dan kesehatan bukan milik kita untuk selamanya.
Jika Allah Ta’ala menghendaki, semuanya dapat diambil kapan saja.
Kesadaran ini akan melahirkan rasa syukur, rendah hati, dan tidak berlebihan mencintai dunia.
4. Mengakui Rububiyah harus diikuti dengan mentauhidkan ibadah
Kaum musyrik dahulu mengakui Allah sebagai Pencipta, tetapi tetap menyembah selain-Nya.
Oleh sebab itu, pengakuan bahwa Allah adalah Rabb harus diwujudkan dengan mengesakan-Nya dalam doa, salat, tawakal, penyembelihan, nazar, dan seluruh bentuk ibadah.
Renungan
Setiap pagi kita bangun dengan udara yang masih bisa dihirup.
Jantung kita terus berdetak tanpa pernah kita perintahkan.
Matahari terbit tepat pada waktunya.
Hujan turun menyuburkan bumi.
Makanan tumbuh dari tanah yang sama, tetapi menghasilkan rasa, warna, dan manfaat yang berbeda-beda.
Semua itu bukan terjadi dengan sendirinya. Semua berjalan karena Allah Yang Maha Mengatur.
Maka, jika Allah mengatur seluruh alam semesta dengan begitu sempurna, mengapa kita masih ragu untuk menyerahkan hidup, harapan, dan masa depan kita kepada-Nya?
Marilah kita memperkuat keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb yang menciptakan, memiliki, dan mengatur segala sesuatu. Semoga keyakinan ini menjadikan hati kita semakin tenang, semakin bertawakal, dan semakin ikhlas beribadah hanya kepada-Nya.
اللهم يا رب العالمين، ارزقنا حسن معرفتك، وحسن التوكل عليك، واجعل قلوبنا معلقة بك وحدك، ولا تجعل في قلوبنا تعلقًا بغيرك. آمين.

