Awal Mula Penyimpangan dalam Aqidah Manusia

Awal Mula Penyimpangan dalam Aqidah Manusia

Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan fitrah, yaitu keyakinan kepada-Nya, mencintai-Nya, dan menyembah-Nya tanpa menyekutukan-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ الله

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah.” (QS. Ar-Rum: 30)

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim)

Awal Mula Kesyirikan

Sejak zaman Nabi Adam hingga Nabi Nuh, manusia berada dalam agama Islam dan bertauhid. Namun, penyimpangan mulai muncul pada kaum Nabi Nuh, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلَّا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا

“Manusia dahulunya hanyalah satu umat, lalu mereka berselisih.” (QS. Yunus: 19)

Penyimpangan terjadi ketika manusia mulai berlebihan menghormati orang-orang saleh. Setelah orang-orang saleh itu wafat, setan membisikkan kepada mereka untuk membuat patung sebagai kenangan. Patung-patung ini awalnya tidak disembah. Namun, ketika generasi berikutnya melupakan ajaran tauhid, patung-patung tersebut mulai disembah.Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Ketika ilmu agama dilupakan, patung-patung itu akhirnya disembah.” (HR. Imam al-Bukhari, no. 4920)

Hal serupa terjadi pada bangsa Arab. Mereka awalnya mengikuti ajaran Nabi Ibrahim. Namun, Amr bin Luhay membawa berhala ke tanah Arab, sehingga kesyirikan mulai menyebar. Allah Ta’ala kemudian mengutus Nabi Muhammad ﷺ untuk mengembalikan manusia kepada tauhid.

Penyimpangan di Kalangan Muslim

Seiring waktu, kebodohan menyebar di kalangan kaum Muslimin. Banyak yang kembali mengagungkan para wali dan orang-orang saleh secara berlebihan. Mereka membangun kuburan megah dan menjadikannya tempat untuk berdoa, meminta pertolongan, bahkan bernazar. Mereka menganggap ini sebagai perantara kepada Allah Ta’ala, padahal hal ini sama seperti klaim orang-orang musyrik terdahulu yang berkata:

ما نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

“Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah.”(QS. Az-Zumar: 3)

Pelajaran Penting:

1. Fitrah Manusia adalah Bertauhid

Setiap manusia lahir dalam keadaan mengenal Allah Ta’ala. Penyimpangan terjadi karena pengaruh lingkungan dan kebodohan.

2. Berlebihan dalam Menghormati Orang Saleh Bisa Menyebabkan Penyimpangan

Kesyirikan sering kali dimulai dari sikap berlebihan terhadap orang-orang saleh.

3. Pentingnya Ilmu Agama

Penyimpangan terjadi ketika manusia melupakan ilmu agama. Oleh karena itu, mempelajari tauhid dan menjaga kemurniannya adalah kewajiban setiap Muslim.

4. Tauhid adalah Dasar Ibadah

Seluruh ibadah tidak akan diterima tanpa tauhid. Hanya Allah Ta’ala yang layak disembah, tanpa perantara.Semoga kita semua senantiasa menjaga kemurnian aqidah, memahami tauhid dengan benar, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights