Israel Tangkap 66 Warga Palestina dalam Operasi Besar-besaran di Tepi Barat

Ramallah – Quds News Network: Pasukan Israel melancarkan operasi penggerebekan dan penyerbuan di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Sabtu dini hari. Operasi tersebut disertai penangkapan terhadap 66 warga Palestina, serta penggunaan peluru tajam, gas air mata, dan granat kejut di berbagai lokasi.

Penangkapan di Sejumlah Wilayah

Di Nablus, pasukan Israel menangkap 30 warga Palestina dari desa Tal, barat daya kota.

Di Ramallah dan Al-Bireh, jumlah warga yang ditangkap mencapai 14 orang, berasal dari Abwein, Sinjil, Al-Mughayyir, dan Deir Abu Mash’al.

Di Jenin, lima warga Palestina ditangkap, masing-masing berasal dari Qabatiya, Kota Jenin, As-Silah Al-Harithiya, dan Kafr Dan.

Di Hebron, delapan warga ditangkap dari wilayah Dura, Yatta, Idhna, dan Beit Ummar.

Di Bethlehem, tiga warga Palestina ditangkap dari Kamp Aida, kawasan Al-Asakira, dan desa Ar-Rashaida.

Sementara di Tulkarem, lima warga lainnya juga ditangkap dalam operasi militer Israel.

Penggerebekan dan Bentrokan

Selain penangkapan, pasukan Israel melakukan berbagai operasi militer di sejumlah wilayah.

Di Nablus, tentara Israel melepaskan tembakan dan menahan sejumlah pemuda di Huwara, sementara para pemukim menyerang desa Ourif. Pasukan Israel juga menggerebek Awarta, Qaryut, dan Al-Lubban Asy-Syarqiyah, serta menembakkan granat kejut ke dalam desa.

Di Jenin, militer Israel menyerbu Arraba dan Qabatiya, menggerebek sebuah rumah di Qabatiya, serta menahan dan menganiaya sejumlah pemuda saat memasuki desa Al-Jalama di utara Jenin.

Di Bethlehem, pasukan Israel menembakkan gas air mata saat memasuki kawasan sekitar Kamp Pengungsi Dheisheh, serta menyeret seorang pemuda yang terluka ketika melakukan penggerebekan.

Pasukan Israel juga menyerbu Kota Tubas dan Kamp Pengungsi Al-Far’a, menyebarkan pasukan infanteri di beberapa lingkungan, dan melakukan penggeledahan rumah-rumah warga.

Operasi serupa dilakukan di Kota Jericho dan Kamp Aqabat Jabr, di mana sejumlah rumah warga Palestina turut digeledah. Di Tulkarem, pasukan Israel juga memasuki desa Far’un di selatan kota.

Ketegangan Meningkat di Tepi Barat

Peningkatan operasi militer ini terjadi sehari setelah serangan besar yang dilakukan para pemukim Israel di berbagai wilayah Tepi Barat.

Menurut laporan, aparat keamanan Israel telah mempersiapkan perluasan operasi militernya di Tepi Barat dengan memperketat pemeriksaan di pos-pos militer, memperkuat kehadiran pasukan di berbagai titik strategis, serta mengirim tambahan personel militer ke wilayah tersebut.

Media Israel juga melaporkan adanya arahan untuk menerapkan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat menyusul insiden pada Jumat, termasuk persiapan operasi militer berskala besar dan percepatan pembangunan pos-pos permukiman baru.

Eskalasi ini terjadi setelah serangan pemukim di desa Tal, barat daya Nablus, yang pada Jumat mengakibatkan empat warga Palestina gugur dan sejumlah lainnya terluka.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa seorang perwira dan seorang tentara Israel tewas, sementara tiga tentara lainnya terluka dalam insiden di dekat pos permukiman Havat Gilad. Setelah kejadian tersebut, pasukan Israel memberlakukan pengepungan terhadap Kota Nablus dan desa Tal, serta mengirim tambahan pasukan ke wilayah Tepi Barat.

Sumber; Quds News Network

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights