Palestina – Quds News Network: Kelompok pemukim Israel kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Aksi tersebut berlangsung dengan perlindungan pasukan Israel yang juga melakukan penggerebekan, penangkapan, serta menutup sejumlah pos pemeriksaan di sekitar kota, desa, dan kamp pengungsi.
Dalam serangan tersebut, para pemukim membakar dua masjid, yaitu sebuah masjid di Huwara, selatan Nablus, serta masjid di desa Kur, dekat Tulkarem.
Di wilayah Ein Samiyah, timur laut Ramallah, pemukim menyerbu sebuah lokasi pemecah batu (quarry), membakarnya, dan menghancurkan seluruh isinya sehingga menyebabkan kerugian besar bagi pemiliknya. Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa kelompok pemukim Israel telah berulang kali melakukan aksi perusakan di kawasan tersebut selama beberapa bulan terakhir.
Pada malam hari, pemukim juga menyerang sejumlah desa di Tepi Barat, termasuk Beit Furik. Mereka berusaha membakar sebuah rumah, namun berhasil digagalkan oleh warga setempat yang segera memberikan perlindungan. Selain itu, para pemukim menutup jalan dan merusak kendaraan warga dengan pengawalan pasukan Israel yang menutup akses masuk ke beberapa kota untuk mengamankan iring-iringan pemukim.
Gelombang Penangkapan
Pasukan Israel juga melancarkan operasi penangkapan besar-besaran di berbagai wilayah Tepi Barat.
Di desa Tal, dekat Nablus, sejumlah warga ditangkap, di antaranya Hani Ramadan, Ali Ramadan, Nader Ramadan, Zaid Ramadan, Ismail Ramadan, Awad Ramadan, Imad Ramadan, Izzuddin Ramadan, Mahmoud As’ad Ramadan, Mahmoud Ahmad Ramadan, Hasm Ghannam, dan Naim Asidah. Pasukan Israel juga menggerebek rumah keluarga syuhada Farouq Ramadan serta mengukur dua rumah yang diduga akan dihancurkan.
Di Asirah al-Shamaliyah, Israel menangkap Izzuddin Darwazeh, putra mendiang komandan Brigade Al-Qassam, Salahuddin Darwazeh.
Penangkapan juga dilakukan terhadap:
- Ahmad Adel Al-Qini, mantan tahanan, di desa Kafr Qalil.
- Suhaib Akef Ishtayyeh dari desa Salim.
- Yusuf Salah Shahada dari desa Ourif.
- Mustafa Abu Raida dari desa Qusra.
Di Jenin, pasukan Israel menangkap Omar Abu Aql, saudara dari syuhada Raafat Abu Aql, serta Ibrahim Al-Jabr.
Sementara di Tulkarem, yang ditangkap antara lain Batoul Jamal, dai Syekh Ammar Manaa, Alaa Shahin, Alaa Al-Jayousi, insinyur Abdul Fattah Al-Qudumi, Muadz Al-Ashqar, Hussam Aref, Ali Abu Al-Rub, Faisal Khalifah, Adel Qasim, Mohammad Al-Qasim, Bahaa Abu Sitta, Ibrahim Adnan Al-Hajj, Mahdi Adnan Al-Hajj, Saeed Shahrour, dan Iyad Hilmi.
Di Hebron, pasukan Israel menangkap Yasser Matawa dari rumahnya di Beit Awwa.
Di Tubas, Israel menangkap Bilal Juma Ahmad Bani Odeh (37 tahun) dan saudarinya Arham Juma Ahmad Bani Odeh (48 tahun) setelah menggerebek rumah keluarga mereka di Tammun.
Di Salfit, mantan tahanan Sadiq Fawzat Rayyan kembali ditangkap hanya beberapa hari setelah dibebaskan. Dalam penggerebekan di Qarawat Bani Hassan, pasukan Israel juga dilaporkan menyita uang tunai dan perhiasan emas milik warga.
Penangkapan di Yerusalem dan Penggerebekan di Sejumlah Wilayah
Di Yerusalem Timur, polisi dan intelijen Israel menangkap mantan tahanan Mohammad Al-Shalabi di rumahnya di Kota Tua, serta Imran Warad Halabiya di Abu Dis.
Pasukan Israel juga menggerebek dua rumah di Al-Khader dan Kamp Pengungsi Aida di Bethlehem, serta menuliskan slogan-slogan bernada anti-Arab dan anti-Palestina di dinding rumah tersebut.
Selain itu, penggerebekan dilakukan di berbagai wilayah lain, termasuk Qabatiya, Tuqu’, Zabuba, Arabuna, Hebron, Beit Ummar, Kamp Aqabat Jabr, Jayyus, Habla, Silwad, Az-Zawiya, Tubas, Ras Atiya, dan Aqaba.
Sumber; Quds News Network

